Langsung ke konten utama

TANDA KEKUATAN IMAN



Saya rasa orang Nasrani itu punya Iman yang luar biasa.
Bayangkan, lima kali dalam sehari mereka mendengarkan suara adzan dari kampung-kampung, toh Iman mereka tidak luntur juga.

Belum lagi kalo ada acara besar seperti Istighosah, Maulidan, Haul, Dzikir bersama, Pengajian, Tabligh akbar, Parade takbiran dan sebagainya.

Pas bulan Ramadhan, seluruh stasiun TV selama sebulan penuh menayangkan acara-acara Islami dan seluruh Mall se-Indonesia memajang atribut Lebaran dan musik-musik Islami tapi toh Iman mereka tidak kandas juga.

Bandingkan dengan umat Islam.

Mengucapkan Selamat Natal yang cuma sekali dalam setahun saja Imannya dianggap sudah buyar.

Melihat atribut Natal di Mall atau memakai Topi Sinterklas saja Imannya langsung bubar.

Melihat warung buka di bulan puasa saja Imannya langsung tergoda. 

Main game Pokemon saja bisa langsung dianggap kafir.

Belum lagi kalo makan Sari Roti atau minum Equill.

Memilih pemimpin non muslimpun sudah dianggap murtad.

Bahkan duit yang ada gambar pahlawan beda agama saja bisa langsung dianggap haram dan diboikot.

Saya kira kemunculan fenomena “Om Telolet Om” juga adalah sekedar protes dan reaksi dari kaum muda kritis yang sudah jenuh dan muak dengan kelakuan orang-orang munafik yang selalu bawa-bawa agama.

Mereka, para kaum agamais ini sangat mudah menghakimi orang lain sebagai kafir dan sesat tapi jarang instropeksi dengan kesalahan dan kekurangannya sendiri.

Mereka suka memaksakan kehendak dengan berlindung di balik topeng agama demi mendapatkan keuntungan bagi diri dan kelompoknya sendiri.

Mereka mengaku sebagai pejuang agama tapi anti kritik dan anti perbedaan serta gemar mengumpat dan memaki “Anjing Babi”.

Ideologi sektarian dan politik kebencian yang masif dijalankan akhir-akhir ini saya rasa bukan hanya akan gagal total namun juga akan kontra produktif.

Citra Islam akan menjadi semakin buruk dan para politisi yang selalu bawa-bawa agama justru akan dijauhi dan tidak dipercaya oleh rakyat.

Negara bukannya menjadi semakin maju namun justru akan menjadi semakin mundur ke belakang.

Masih untung kalo negara kita tidak pecah dan hancur seperti negara-negara yang ada di Timur Tengah.

Salam Waras..


GUS MUS


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN seorang ibu untuk anaknya, bernama KENFUA' yang ingin menjadi GUBERNUR NTT

Anakku, saya dengar engkau mau calonkan diri menjadi Gubernur NTT? Benarkah? Kalau benar, maka dengarkan pesan mama: Saya berharap, agar engkau menyadari bahwa menjadi pemimipin itu tidak mudah. Tidak semua yang BERPENDIDIDKAN TINGGI  bisa menjadi pemimpin. Tidak semua yang BICARA HEBAT DI PANGGUNG bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang pandai MENGAMBIL HATI bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang PUNYA UANG bisa jadi pemimpin. Saya harap, engkau sadari ini semua, agar engkau bisa MENGUKUR DIRIMU. Jangan mau jadi pemimpin yang setelah dipilih, BINGUNG MAU  BUAT APA? HILANG AKAL dan nampak DANGKAL. Akhirnya engkau diperalat oleh mereka yang mendukungmu dengan uang saat kampanye. Engkau hanya akan jadi boneka dalam kepemimpinanmu. Ingat anakku sayang: Memimpin itu perlu jadi MANUSIA YANG SEIMBANG. Ia harus cerdas, bijaksana, punya komitmen, punya daya juang yang tulus, beriman, rela berkorban dan punya budaya  "RASA MALU" agar tidak mudah jatuh dalam hal-hal yang meng...

Tentang Sa Pu Juang Yang Engko Buang

Jangan bilang kalo Sa pu perasaan dingin ni akan tumbuh dan menetap, hingga te ada ruang sisa di Sa pu hati buat Engko datang kembali. Sa selalu punya sangka baik buat Engko, Sa te pernah sedikitpun meragukan semua Engko pu alasan, sampe semua Engko pu keputusan Sa selalu terima dengan tulus. Me akhir-akhir ini Sa pu perasaan ragu so mulai tumbuh jo menetap, sampe Sa selalu tanya-tanya pada Sa pu diri, kenapa ee sampe begini ni ka...? Jangan sampe selama ini Sa selalu salah ambil langkah ee...? atau sebaliknya. Atau mungkin karena Sa selalu beri Engko ruang kebebasan, sampe Engko buat ikut Engko pu mau tu ka. Sa bingung le Engko buat sa macam jo orang lain tu ka, Engko te ada rasa miliki Sa tu ka. Sa selalu berjuang dengan semua Sa pu kemampuan biar Engko bisa terima Sa, bisa buat Sa jadi Engko pu rumah paling nyaman, tapi Engko te pernah hargai semua yang Sa buat untuk Engko tu ka....  Jo benar eeee... akhirnya Sa tau apa artinya yang orang-orang biasa sebut bilang "Lelah jo Meny...

Pentingnya Politik Keterwakilan Di Lamaholot?

Abdul Munir Sara Kemarin ketika kami ke Kutai Kartanegara-Kaltim dalam suatu acara BM PAN; betapa kagetnya, dia punya APBD sekitar Rp.9 triliun pada tahun 2017, tapi kondisi infrastruktur mengenaskan. Secara regional, terjadi penyusutan angkatan kerja sekitar 61 ribu orang ditahun 2016 berdasarkan data BPS. Penyebabnya harga komoditas global yang menurun sejak 2016; menjadi faktor slow down harga batu bara sebagai komoditas unggulan Kaltim khususnya kabupaten Kukar. Saya sempat bicara dengan teman-teman DPRD II terkait perpolitikan disana. Betapa kagetnya. Untuk mengamankan suara saja, per orang paling rendah Rp.250.000. Bahkan wilayah perkotaan; kisarannya bisa sampe Rp.1 juta per suara. Belum agi wilayah yang susah di Jangkau, di kawasan perbatasan. Ini hampir berlaku masif atau semacam harga pasaran politik transaksional disana. Saya berharap, momok demokrasi macam ini tak terjadi di NTT. Jadi kita bayangkan, seperti apa rupa politik anggaran disana. Sudah bisa dipastikan...