Langsung ke konten utama

Selamat Tinggal Derita-Selamat Datang Bahagia


Saat 2017 hadir menyapa…
Betapa waktu itu ia disambut penuh suka…
Semua duka ketepi dan terlupakan….
Sinar malam tuk menyambut harapan….
Esoknya mentari menyinar penuh senyuman….
Januari berlalu begitu saja…
Waktu bergulir seharian tak terasa…
Siapa sangka…
Siapalah yang menduga….
Ujian Allah datang dan singgah…
Bagian dari sebuah ujian tuk lebih tabah….
Februari hadir mengikut paksi…
Namun hadirnya mengikis isi hati….
Alam ini seakan tak bersahabat lagi…
Hujan tak mencurah, keringlah sungai….
Telaga tak mencakupi keperluan kami…
Catuan air sebagai solusi….
Supaya semua mampu melewati…

Tak cukup air, udara ini tercemarkan…
Jerebu melanda berbulan-bulan…
Dan mulai penyakit mengganggu kesehatan….
Lalu tidak ada lagi cara terbaik tuk kami lakukan…
Untaian doa terpancar meminta hujan….
Dari semua manusia yang bergelar insan…
Kau memberi kami peringatan…
Kau-lah Allah yang Maha Menentukan…
Setiap makhluk Kau berikan ujian…
Bukan untuk menyiksa atau menghampakan….
Selain dari memberi baiknya teguran….
Agar kami tidak melupakan Tuhan…
Tempat kami meminta belas kasihan….
Juga tempat kami sandarkan harapan….
Sapaan Mac menyentap jiwa….
Sekali lagi Kau menduga…
Sejauh mana Kami menilai Agungnya Sang Maha Pencipta….
Jutaan Nyawa musnah berlalu
Jejaknya juga tak Kau perlihatkan….
Hilang membuyar tah ditelan awan…
Atau hanyut tenggelam dilautan…
Atas kuasa-Mu, ia Kau sembunyikan…
Hanya nama tertinggal dalam rahim kenangan…

Menghentikan spekulasi yang menghampakan….
Juga pelbagai fitnah yang berdatangan….
Pertanyaan yang nantinya menjadi beban…
Sukarnya kami menata hati dalam kepedihan….
Inilah skenario yang Kau persembahkan…
Penuh tragis dan pilu tuk kami kenangkan….
Hanya Engkau, Allah Yang Maha Merencanakan…
Sebuah peristiwa buat kami menyulam pelajaran…
Kini Disember kembali…
Namun kepiluan semalam belum usai…
Ujian ini tidak berhenti….
Tidak ada kata hanya sampai disini….

Tidak ada bahagia mengakhiri tahun…
Serata dunia dibanjiri air kemusnahan…
Kemana mereka mendapatkan perlindungan…
Hanya kepada Mu Tuhan….
Hanya pada-Mu tempat kami mengadukan…
Semua kesengsaraan yang kami rasakan….
Tak habis disitu…
Tidak hanya itu…
Tidak cukup itu….
 
Salah siapa?
Di mana puncaknya?
Mengapa?
Persoalan itu bersua tanya…
Lalu siapa kami yang mampu menjawabnya….
Hanya Engkau Ya Allah….
Hanya Engkau Ya Rahman….
Yang mampu memberikan jawaban…
Yang mempu mengusai masalah….
Bantu kami Ya Ilahi…
Bantu kami melewati semua ini….
Bantu kami menata hati ini….
Bantu kami tuk tidak meratapi….
Bantu kami tuk kuat dan membangun semuanya kembali…
Dan jadikan tangisan kami…
Sebagai bulir-bulir hikmah tuk kami pelajari….
Dalam rahmat dan redha-Mu
Dalam lindungan dan petunjuk-Mu….
Kami hanya menyakini satu….
Bahwa disetiap kesulitan itu…
Ada kemudahan dan hikmah tak hanya seribu…
Karena kami tahu…
Betapa Engkau mencintai hamba-Mu….
Semua yang terjadi kemarin sampai kini…
Adalah teguran kasih sayang-Mu….
Semua yang berlaku ini…
Adalah bentuk dari semua cinta-Mu…
Bagian dari kekuasaan-Mu…
Telah Kau berikan petanda…
Supaya kami tidak alpa dan buta….
Sudah Kau berikan ujian….
Supaya kami tidak tuli dan mengabaikan….
Sudah Kau haturkan dugaan…
Agar kami tidak alpa dan melupakan….
Telah Kau berikan bukti nyata…
Bahawa kami ini tidak berpunya….
Bahawa kami ini bukan siapa-siapa…
Dan dunia ini…
Juga hati ini…
Bukan punya kami….
Bukan milik kami….
Engkau-lah Pemilik Abadi…
Engkau-lah Penguasa hati….
 
2018 datanglah bersama kedamaian…
Hilangkan derita, kembalikanlah sinar kehidupan…
Kuntumkan manisnya senyuman…
Kuburkanlah tragedi hitam semalam di pemakaman….
Pemakaman yang tidak bisa menjadi alasan…
Tuk kami ingat dalam kenangan….
Hari ini bermulanya halaman putih….
Yang jernih bersih…
Tuk kami tuliskan….
Ceritera 365 hari kedepan…
Biarkanlah kami menuliskan kebahagiaan…
Dalam pelukan kasih sayang Ya Rahman….
Dalam kedekatan kami dengan Tuhan….
Bersama doa dan harapan…
Terindah sepanjang zaman….
Buat kalian yang terlibat musibah….
Semoga kalian tetap tabah….
Buat mereka yang dilanda duka…
Semoga sirna berganti bahagia…
Dan mudah-mudahan kita semua….
Untuk hari esok dan esoknya….
Berada dalam lindungan-Nya…
Selamat Tinggal Derita
Selamat Datang Bahagia…

Oleh
N


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN seorang ibu untuk anaknya, bernama KENFUA' yang ingin menjadi GUBERNUR NTT

Anakku, saya dengar engkau mau calonkan diri menjadi Gubernur NTT? Benarkah? Kalau benar, maka dengarkan pesan mama: Saya berharap, agar engkau menyadari bahwa menjadi pemimipin itu tidak mudah. Tidak semua yang BERPENDIDIDKAN TINGGI  bisa menjadi pemimpin. Tidak semua yang BICARA HEBAT DI PANGGUNG bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang pandai MENGAMBIL HATI bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang PUNYA UANG bisa jadi pemimpin. Saya harap, engkau sadari ini semua, agar engkau bisa MENGUKUR DIRIMU. Jangan mau jadi pemimpin yang setelah dipilih, BINGUNG MAU  BUAT APA? HILANG AKAL dan nampak DANGKAL. Akhirnya engkau diperalat oleh mereka yang mendukungmu dengan uang saat kampanye. Engkau hanya akan jadi boneka dalam kepemimpinanmu. Ingat anakku sayang: Memimpin itu perlu jadi MANUSIA YANG SEIMBANG. Ia harus cerdas, bijaksana, punya komitmen, punya daya juang yang tulus, beriman, rela berkorban dan punya budaya  "RASA MALU" agar tidak mudah jatuh dalam hal-hal yang meng...

Tentang Sa Pu Juang Yang Engko Buang

Jangan bilang kalo Sa pu perasaan dingin ni akan tumbuh dan menetap, hingga te ada ruang sisa di Sa pu hati buat Engko datang kembali. Sa selalu punya sangka baik buat Engko, Sa te pernah sedikitpun meragukan semua Engko pu alasan, sampe semua Engko pu keputusan Sa selalu terima dengan tulus. Me akhir-akhir ini Sa pu perasaan ragu so mulai tumbuh jo menetap, sampe Sa selalu tanya-tanya pada Sa pu diri, kenapa ee sampe begini ni ka...? Jangan sampe selama ini Sa selalu salah ambil langkah ee...? atau sebaliknya. Atau mungkin karena Sa selalu beri Engko ruang kebebasan, sampe Engko buat ikut Engko pu mau tu ka. Sa bingung le Engko buat sa macam jo orang lain tu ka, Engko te ada rasa miliki Sa tu ka. Sa selalu berjuang dengan semua Sa pu kemampuan biar Engko bisa terima Sa, bisa buat Sa jadi Engko pu rumah paling nyaman, tapi Engko te pernah hargai semua yang Sa buat untuk Engko tu ka....  Jo benar eeee... akhirnya Sa tau apa artinya yang orang-orang biasa sebut bilang "Lelah jo Meny...

Pentingnya Politik Keterwakilan Di Lamaholot?

Abdul Munir Sara Kemarin ketika kami ke Kutai Kartanegara-Kaltim dalam suatu acara BM PAN; betapa kagetnya, dia punya APBD sekitar Rp.9 triliun pada tahun 2017, tapi kondisi infrastruktur mengenaskan. Secara regional, terjadi penyusutan angkatan kerja sekitar 61 ribu orang ditahun 2016 berdasarkan data BPS. Penyebabnya harga komoditas global yang menurun sejak 2016; menjadi faktor slow down harga batu bara sebagai komoditas unggulan Kaltim khususnya kabupaten Kukar. Saya sempat bicara dengan teman-teman DPRD II terkait perpolitikan disana. Betapa kagetnya. Untuk mengamankan suara saja, per orang paling rendah Rp.250.000. Bahkan wilayah perkotaan; kisarannya bisa sampe Rp.1 juta per suara. Belum agi wilayah yang susah di Jangkau, di kawasan perbatasan. Ini hampir berlaku masif atau semacam harga pasaran politik transaksional disana. Saya berharap, momok demokrasi macam ini tak terjadi di NTT. Jadi kita bayangkan, seperti apa rupa politik anggaran disana. Sudah bisa dipastikan...