Langsung ke konten utama

Pantai Oa-Surga Kecil di Wulanggitang




Pantai berpasir putih yang memiliki kesamaan nama seperti nama desanya yaitu “ PANTAI OA “, berlokasi di bagian Selatan Boru Kecamatan Wulanggitang. Sangat cocok untuk kegiatan wisata pantai (snorkel, berperahu dan sun bathing). Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor + 2 jam dari Larantuka.

Pantai Oa dan pantai Rako adalah dua pantai yang berdekatan yang hanya dipisahkan oleh sebuah bukit kecil. Di pantai Oa anda bisa menikmati keindahan laut yang sangat luar biasa indahnya dengan pasir putih yang membuat pantai ini semakin anggun dalam pandangan mata.
Pada hari libur sekolah dan libur nasional pantai Oa menjadi salah satu objek wisata yang digemari oleh wisatawan lokal. Pantai yang berada di Desa Oa Kabupaten Flores Timur ini sontak menjadi ramai. (Lihat video keindahan pantai Oa)
Ada kenikmatan tersendiri mengunjungi tempat ini, satu kepuasan batin mengagumi kebesaran dan kemegahan alam yang telah diberikan Tuhan kepada kita, ucap salah satu pengunjung.
Selain berenang dan menikmati kesejukan pantai Oa yang masih sangat asri ini, kita bisa juga menikmati hidangan ikan panggang yang bisa kita beli dari nelayan setempat.
Sangat luar biasa kenikmatan yang disajikan.
Bagi anda yang menyukai alam bawah laut, pantai Oa juga punya keindahan bawah laut yang sangat luar biasa. Di dasar pantai ini ada ratusan terumbu karang yang sangat indah dengan begitu banyak ikan yang hidup di sekitarnya.
Ada sedikit perbedaan dengan pantai Rako, di pantai Rako ombak di pantai ini cukup besar sedangkan pantai Oa sangat teduh walaupun kedua pantai ini hanya dipisahkan oleh bukit kecil namun perbedaan itu sangat nampak.

Selain ombak, pasir di kedua pantai ini juga berbeda, pasir di pantai Oa lebih halus sedangkan pasir di pantai rako lebih kasar. Namun hal ini tidak mengurangi keindahan di pantai Rako. Gugusan bukit pemisah pantai ini menjadi salah satu view terindah. (Lihat video keindahan pantai Rako)
Letak dua pantai ini dari Larantuka cukup jauh kurang lebih 2-3 jam dengan kendaraan pribadi. Mengingat pantai ini masih jarang dikunjungi jadi belum ada warung atau sejenisnya di pantai ini. Untuk itu bagi yang hendak mengunjungi tempat ini hendaknya membawa perbekalan yang banyak (sesuai kebutuhan). Untuk sinyal jaringan (handphone) di tempat ini tidak begitu kuat.
Akses jalan ke tempat ini lumayan melelahkan karena kondisi jalan yang cukup memprihatinkan. Namun rasa lelah anda akan terbayarkan dengan keindahan yang sangat luar biasa dari kedua pantai ini.









Agunk Laurencht Boro





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN seorang ibu untuk anaknya, bernama KENFUA' yang ingin menjadi GUBERNUR NTT

Anakku, saya dengar engkau mau calonkan diri menjadi Gubernur NTT? Benarkah? Kalau benar, maka dengarkan pesan mama: Saya berharap, agar engkau menyadari bahwa menjadi pemimipin itu tidak mudah. Tidak semua yang BERPENDIDIDKAN TINGGI  bisa menjadi pemimpin. Tidak semua yang BICARA HEBAT DI PANGGUNG bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang pandai MENGAMBIL HATI bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang PUNYA UANG bisa jadi pemimpin. Saya harap, engkau sadari ini semua, agar engkau bisa MENGUKUR DIRIMU. Jangan mau jadi pemimpin yang setelah dipilih, BINGUNG MAU  BUAT APA? HILANG AKAL dan nampak DANGKAL. Akhirnya engkau diperalat oleh mereka yang mendukungmu dengan uang saat kampanye. Engkau hanya akan jadi boneka dalam kepemimpinanmu. Ingat anakku sayang: Memimpin itu perlu jadi MANUSIA YANG SEIMBANG. Ia harus cerdas, bijaksana, punya komitmen, punya daya juang yang tulus, beriman, rela berkorban dan punya budaya  "RASA MALU" agar tidak mudah jatuh dalam hal-hal yang meng...

Tentang Sa Pu Juang Yang Engko Buang

Jangan bilang kalo Sa pu perasaan dingin ni akan tumbuh dan menetap, hingga te ada ruang sisa di Sa pu hati buat Engko datang kembali. Sa selalu punya sangka baik buat Engko, Sa te pernah sedikitpun meragukan semua Engko pu alasan, sampe semua Engko pu keputusan Sa selalu terima dengan tulus. Me akhir-akhir ini Sa pu perasaan ragu so mulai tumbuh jo menetap, sampe Sa selalu tanya-tanya pada Sa pu diri, kenapa ee sampe begini ni ka...? Jangan sampe selama ini Sa selalu salah ambil langkah ee...? atau sebaliknya. Atau mungkin karena Sa selalu beri Engko ruang kebebasan, sampe Engko buat ikut Engko pu mau tu ka. Sa bingung le Engko buat sa macam jo orang lain tu ka, Engko te ada rasa miliki Sa tu ka. Sa selalu berjuang dengan semua Sa pu kemampuan biar Engko bisa terima Sa, bisa buat Sa jadi Engko pu rumah paling nyaman, tapi Engko te pernah hargai semua yang Sa buat untuk Engko tu ka....  Jo benar eeee... akhirnya Sa tau apa artinya yang orang-orang biasa sebut bilang "Lelah jo Meny...

Pentingnya Politik Keterwakilan Di Lamaholot?

Abdul Munir Sara Kemarin ketika kami ke Kutai Kartanegara-Kaltim dalam suatu acara BM PAN; betapa kagetnya, dia punya APBD sekitar Rp.9 triliun pada tahun 2017, tapi kondisi infrastruktur mengenaskan. Secara regional, terjadi penyusutan angkatan kerja sekitar 61 ribu orang ditahun 2016 berdasarkan data BPS. Penyebabnya harga komoditas global yang menurun sejak 2016; menjadi faktor slow down harga batu bara sebagai komoditas unggulan Kaltim khususnya kabupaten Kukar. Saya sempat bicara dengan teman-teman DPRD II terkait perpolitikan disana. Betapa kagetnya. Untuk mengamankan suara saja, per orang paling rendah Rp.250.000. Bahkan wilayah perkotaan; kisarannya bisa sampe Rp.1 juta per suara. Belum agi wilayah yang susah di Jangkau, di kawasan perbatasan. Ini hampir berlaku masif atau semacam harga pasaran politik transaksional disana. Saya berharap, momok demokrasi macam ini tak terjadi di NTT. Jadi kita bayangkan, seperti apa rupa politik anggaran disana. Sudah bisa dipastikan...