Langsung ke konten utama

Goresan Terakhir Buatmu Kawan


Ketika sore mulai ranum
Angin petang menyentuh kulit
Apa kau kira desau angin itu seperti biasanya ?
Kali ini tidak

Bukankah esok lusa kita akan beranjak dari sini !
Meninggalkan semua memori
Senyummu indah kawan, tapi bagiku tidak
Ini adalah selamat berpisah yang tak terucap

Harusnya aku tega melepas semua tentang kita
Namun cobalah sekali lagi iringi kepergianku tanpa lelah doa
Sorepun beranjak malam
Sunyinya menusuk hati

Aku sedang teringat
Tepatnya mengingat kebersamaan yang panjang
Melewati masa demi masa
Melewati hari demi hari

Kita tak sedang beringus atau menangis tanpa sebab dipojok kelas
Kita juga tak sedang kesal atau menggerutu
Karena bapak dan ibu guru tak memahami kita
Aku menggigil di pucuk malam

Aku ingat betul kita pernah
Tertawa, menangis, gelisah dan terluka bersama
Ayo kawan kita lekas berkemas
Malam tak selamanya menjaga kita dari matahari pagi

Siang adalah bayangan nyata
Kenyataan yang tak mampu kita hindari
Bahwa hari ini kita mulai berjalan sendiri
Selamat jalan kawan....Selamat jalan


Oleh Nadya Oktaviani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN seorang ibu untuk anaknya, bernama KENFUA' yang ingin menjadi GUBERNUR NTT

Anakku, saya dengar engkau mau calonkan diri menjadi Gubernur NTT? Benarkah? Kalau benar, maka dengarkan pesan mama: Saya berharap, agar engkau menyadari bahwa menjadi pemimipin itu tidak mudah. Tidak semua yang BERPENDIDIDKAN TINGGI  bisa menjadi pemimpin. Tidak semua yang BICARA HEBAT DI PANGGUNG bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang pandai MENGAMBIL HATI bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang PUNYA UANG bisa jadi pemimpin. Saya harap, engkau sadari ini semua, agar engkau bisa MENGUKUR DIRIMU. Jangan mau jadi pemimpin yang setelah dipilih, BINGUNG MAU  BUAT APA? HILANG AKAL dan nampak DANGKAL. Akhirnya engkau diperalat oleh mereka yang mendukungmu dengan uang saat kampanye. Engkau hanya akan jadi boneka dalam kepemimpinanmu. Ingat anakku sayang: Memimpin itu perlu jadi MANUSIA YANG SEIMBANG. Ia harus cerdas, bijaksana, punya komitmen, punya daya juang yang tulus, beriman, rela berkorban dan punya budaya  "RASA MALU" agar tidak mudah jatuh dalam hal-hal yang meng...

Tentang Sa Pu Juang Yang Engko Buang

Jangan bilang kalo Sa pu perasaan dingin ni akan tumbuh dan menetap, hingga te ada ruang sisa di Sa pu hati buat Engko datang kembali. Sa selalu punya sangka baik buat Engko, Sa te pernah sedikitpun meragukan semua Engko pu alasan, sampe semua Engko pu keputusan Sa selalu terima dengan tulus. Me akhir-akhir ini Sa pu perasaan ragu so mulai tumbuh jo menetap, sampe Sa selalu tanya-tanya pada Sa pu diri, kenapa ee sampe begini ni ka...? Jangan sampe selama ini Sa selalu salah ambil langkah ee...? atau sebaliknya. Atau mungkin karena Sa selalu beri Engko ruang kebebasan, sampe Engko buat ikut Engko pu mau tu ka. Sa bingung le Engko buat sa macam jo orang lain tu ka, Engko te ada rasa miliki Sa tu ka. Sa selalu berjuang dengan semua Sa pu kemampuan biar Engko bisa terima Sa, bisa buat Sa jadi Engko pu rumah paling nyaman, tapi Engko te pernah hargai semua yang Sa buat untuk Engko tu ka....  Jo benar eeee... akhirnya Sa tau apa artinya yang orang-orang biasa sebut bilang "Lelah jo Meny...

Pentingnya Politik Keterwakilan Di Lamaholot?

Abdul Munir Sara Kemarin ketika kami ke Kutai Kartanegara-Kaltim dalam suatu acara BM PAN; betapa kagetnya, dia punya APBD sekitar Rp.9 triliun pada tahun 2017, tapi kondisi infrastruktur mengenaskan. Secara regional, terjadi penyusutan angkatan kerja sekitar 61 ribu orang ditahun 2016 berdasarkan data BPS. Penyebabnya harga komoditas global yang menurun sejak 2016; menjadi faktor slow down harga batu bara sebagai komoditas unggulan Kaltim khususnya kabupaten Kukar. Saya sempat bicara dengan teman-teman DPRD II terkait perpolitikan disana. Betapa kagetnya. Untuk mengamankan suara saja, per orang paling rendah Rp.250.000. Bahkan wilayah perkotaan; kisarannya bisa sampe Rp.1 juta per suara. Belum agi wilayah yang susah di Jangkau, di kawasan perbatasan. Ini hampir berlaku masif atau semacam harga pasaran politik transaksional disana. Saya berharap, momok demokrasi macam ini tak terjadi di NTT. Jadi kita bayangkan, seperti apa rupa politik anggaran disana. Sudah bisa dipastikan...