Langsung ke konten utama

Makna Di Balik 7 Simbol Natal


Makna Dibalik 7 Simbol Natal
Setidaknya ada sekitar tujuh simbol Natal yang dapat dengan mudah ditemukan selama perayaan Natal, di antaranya lonceng, lilin, sinterklas, hingga kaus kaki.



LIFE STYLE, dawainusa.com – Sesungguhnya, Natal tidak sekedar identik dengan pohon Natal. Namun, perayaan hari raya Kristen tersebut memiliki makna lebih dari itu. Setidaknya ada sekitar tujuh simbol Natal yang dapat dengan mudah ditemukan selama perayaan Natal, di antaranya lonceng, lilin, sinterklas, hingga kaus kaki.


Setiap penanda Natal ini mengusung makna tertentu. Hiasan-hiasan Natal, misalnya, bukanlah sekedar hiasan karena di setiap simbol Natal juga memiliki makna khusus. Dilansir dari berbagai sumber, berikut tujuh penanda Natal dan makna yang diusungnya:

1. Pohon Natal
Pohon Natal identik dengan pohon cemara, yang tumbuh subur sepanjang musim dingin. Daunnya tetap hijau walaupun banyak tumpukan salju di atasnya. Maka dari itu pohon Natal identik diartikan sebagai harapan dan kehidupan.

Selain itu, menurut sejarah terciptanya tradisi pohon natal ini berawal dari Jerman, yakni dari Santo Bonifasius penyebar agama Kristen di Jerman. Dia murka ketika di tengah lawatannya berjumpa dengan sekelompok orang yang sedang memuja pohon oak (saxon).


Maka, pohon oak pun ditebangnya. Keajaiban terjadi, dari akar pohon yang telah tumbang itu tumbuh tunas cemara. Kejadian ini dipercaya sebagai tanda akan kesetiaan orang Kristiani akan imannya.

Martin Luther juga menghiasi pohon cemara bersalju dengan lilin di dalam rumahnya. Pada saat abad ke-18, tradisi menjadi utuh di Prancis, Jerman, dan Austria; dan sejak saat itu, telah menyebar dan telah menjadi hal pertama yang muncul dalam pikiran seseorang saat menceritakan tentang Natal.

2. Lingkaran Natal
Karangan bunga kebanyakan ditemukan di pintu masuk. Bentuknya melingkar, menandakan cinta Tuhan yang tak pernah berakhir. Secara tradisional, karangan bunga terbuat dari daun cemara kemudian buah beri digunakan untuk menghias karangan bunga hijau.

Meskipun beberapa orang melihatnya sebagai hiasan, pada kenyataannya, inspirasi untuk karangan bunga berasal dari mahkota duri yang dipakai oleh Yesus saat penyaliban. Buah merah dalam lingkaran Natal tersebut mewakili darah Yesus yang tumpah di kayu Salib.

3. Sinterklas
Dikutip dari Boldsky, filosofi Sinterklas memiliki arti tentang kebaikan Tuhan dan Rezeki. Tradisi adanya hadiah ini berawal dari cerita yang mengisahkan tentang St. Nicholas yang merupakan seorang uskup Myra.

St. Nicholas dikenal sebagai seorang yang sangat murah hati. Ia bisa memberikan uang dan hadiah tanpa mengungkapan identitasnya. Dalam memberikan hadiah, St Nicholas kerap menggunakan pakaian musim dingin merah yang memiliki bulu. Kisahnya berkembang seiring zaman, dan menciptakan tradisi Santa Claus yang ditunggu anak-anak .

4. Lilin
Lilin mewakili tentang terangnya dunia yang tidak lain bermakna pada Yesus Kristus. Yesus turun ke bumi untuk menghadapi kegelapan yang menyebar karena dosa yang dilakukan oleh manusia. Dia menunjukkan jalan yang lurus kepada orang-orang dengan cara hidup dan cinta-Nya.

5. Bintang Natal
Sama seperti pohon Natal, bintang kerap disebut juga sebagai simbol Natal yang penting dan dikenal luas. Orang bisa melihat bintang-bintang tergantung di banyak tempat selama musim ini – di beranda rumah, di gereja-gereja, di jalanan, di pohon natal, dan hampir di mana-mana. Simbolisme berasal dari kisah kelahiran Kristus. Sebuah bintang telah muncul di langit saat Juru selamat lahir. Bintang itu sangat bersinar dan cerah sepanjang malam dan itu tidak biasa.
Bintang inilah yang kemudian disebut ‘Bintang Betlehem’ yang memimpin ketiga orang raja datang saat kelahiran Yesus. Mereka mempersembahkan beberapa suguhan seperti emas kepada Yesus sebagai simbol kerendahan hati mereka. Apa yang dilakukan Tiga Raja ini memberi teladan bagi umat manusia agar senantiasa memiliki semangat ketaatan dan kerendahan hati di hadapan Tuhan dan sesama.

6. Lonceng
Pada awalnya lonceng-lonceng dibunyikan untuk memperingati lahirnya Yesus Kristus. Hal itu dilakukan sebagai penanda untuk memberi kabar dan mengajak semua orang bersukacita dan bergembira karena kelahiran juruselamat tersebut.

Namun sekarang lonceng-lonceng dibunyikan di gereja-gereja untuk memperingati dimulainya misa atau perjamuan ekaristi. Lonceng digambarkan sebagai lambang kegembiraan dan keceriaan.

7. Kaus Kaki
Tradisi menjadikan kaus kaki sebagai dekorasi Natal terinspirasi dari kisah St. Nicholas. Nicholas melemparkan koin emas ke dalam kaos kaki milik ketiga orang wanita yang mengantungkannya di perapian. Menurut jejak sejarahnya, mereka membutuhkan uang untuk mas kawin serta untuk menjauhkan diri dari pelacuran.

Sejak saat itu tradisi menggantung kaus kaki berkembang, kaus kaki digantung di pintu-pintu atau pohon Natal. Anak-anak percaya jika mereka menjadi orang baik Santa akan mengisi kaus kaki mereka dengan hadiah. Hiasan ini menimbulkan semangat bagi seluruh umat agar memelihara kehidupan baik di dunia agar dapat ikut serta menikmati kegembiraan saat Natal tiba.* (AT)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Sa Pu Juang Yang Engko Buang

Jangan bilang kalo Sa pu perasaan dingin ni akan tumbuh dan menetap, hingga te ada ruang sisa di Sa pu hati buat Engko datang kembali. Sa selalu punya sangka baik buat Engko, Sa te pernah sedikitpun meragukan semua Engko pu alasan, sampe semua Engko pu keputusan Sa selalu terima dengan tulus. Me akhir-akhir ini Sa pu perasaan ragu so mulai tumbuh jo menetap, sampe Sa selalu tanya-tanya pada Sa pu diri, kenapa ee sampe begini ni ka...? Jangan sampe selama ini Sa selalu salah ambil langkah ee...? atau sebaliknya. Atau mungkin karena Sa selalu beri Engko ruang kebebasan, sampe Engko buat ikut Engko pu mau tu ka. Sa bingung le Engko buat sa macam jo orang lain tu ka, Engko te ada rasa miliki Sa tu ka. Sa selalu berjuang dengan semua Sa pu kemampuan biar Engko bisa terima Sa, bisa buat Sa jadi Engko pu rumah paling nyaman, tapi Engko te pernah hargai semua yang Sa buat untuk Engko tu ka....  Jo benar eeee... akhirnya Sa tau apa artinya yang orang-orang biasa sebut bilang "Lelah jo Meny...

Pantai Oa dan Rako-Surga Titipan Tuhan Di Flores

Nusa Tenggara Timur (NTT) Adalah Provinsi Kepulauan dengan berjuta aset wisata dan keberagaman budayanya. Tidak heran jika NTT mempunyai berbagai keunikan Wisata Alam dan budayanya. Kabupaten Flores Timur merupakan Kabupaten dengan keunikan berbagai Destinasi Wisata, di antaranya Wisata Religius Semana Santa Kota Reinha Larantuka, Wisata Bahari, Taman Laut, Taman Kota, Kampung Adat, Kampung Kreatif, Situs-Situs bersejarah dan sebagainya. Tapi ada yang unik dengan salah satu destinasi Wisata Alam Flores Timur yang tidak kalah Indahnya dengan Wisata alam lainnya yaitu Pantai Oa dan Pantai Rako yang terletak di Pantai Selatan Desa Pantai Oa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Desa Pantai Oa memiliki 2 Pantai Pasir Putih yang sangat Indah di hiasi dengan bukit2 yang indah dan Taman Doa serta tempat peninggalan bersejarah lainnya yang melengkapi  uniknya Alam Wisata di Desa Pantai Oa. 1. Pantai Oa Pantai Oa Berada di sebelah Timur Desa Pantai Oa yang ber...

Kisah: Perpisahan Termanis

Oleh : No Nagi Ntah mengapa malam yang suyni ini saat dimana semua orang tertidur lelap, saya menjalanui aktivitas yang mungkin dianggap oleh sebgian orang berat. Tidak sengaja terdengar lantunan lagu yang membuat saya menghela nafas panjang, dan teringat sebuaha memory singkat yang terjabar panjang. Lovarian – Perpisahan Termanis Bila nanti kita berpisah Jangan kau lupakan Kenangan yang indah Kisah kita Jika memang kau tak tercipta Untuk ku miliki Cobalah mengerti Yang terjadi Bila mungkin memang tak bisa Jangan pernah coba memaksa Tuk tetap bertahan Di tengah kepedihan Jadikan ini Perpisahan yang termanis Yang indah dalam hidupmu Sepanjang Waktu Semua berakhir Tanpa dendam dalam hati Maafkan semua salahku Yang mungkin menyakitimu Semoga kelakkan kau temukan Kekasih sejati Yang kan menyayangi Lebih dariku Bila mungkin memang tak bisa Menyatukan perbedaan kita Dan tetap bertahan Ditengah kepedihan Jadikan ini Perpisahan yang t...