Langsung ke konten utama

REFLEKSI SINGKAT PERGANTIAN TAHUN BARU BAGI UMAT KRISTIANI NTT




ARTIKEL: REFLEKSI SINGKAT PERGANTIAN TAHUN BARU BAGI UMAT KRISTIANI NTT






Setiap tanggal 1 Januari selalu dirayakan sebagai tahun baru. Kalender atau penanggalan umum internasional yang kita pakai sekarang adalah penanggalan yang dibuat oleh Yulius Caesar tahun 46 SM. Yulius Caesar menentukan penanggalan ini berdasarkan peredaran matahari, dimana satu tahun terdiri dari 365 hari dan sekali dalam 4 tahun dikenal tahun kabisat. Penanggalan ini dikenal sebagai penanggalan tahun masehi (kalender masehi).
Pergantian tahun merupakan suatu momentum untuk menyadari secara mendalam, bahwa kita memiliki waktu/masa hidup dalam dunia ini. Kita diingatkan bahwa kita hidup dalam ruang dan waktu tertentu. Keterikatan perjalanan hidup dalam ruang dan waktu menyadarkan kita sebagai makhluk yang kecil dan lemah di hadapan Tuhan - kekuasaan yang mengatur alam semesta ini-. Sepatutnya, manusia mengucapkan syukur, berterima kasih karena masih diberi kesempatan menjalani kehidupan dalam ruang dan waktu ini. Karunia Tuhan berlimpah dicurahkan kepada umat manusia. Oleh karena itu sudah sewajarnya manusia sadar untuk berusaha menengadah mengucapkan puji syukur. Pada saat itu kita berusaha memperbaiki diri dan mengakhiri semua permusuhan, kebencian dan kejahatan.
Menyambut tahun baru adalah salah satu kebiasaan tertua dan termeriah yang dirayakan di seluruh dunia. Hampir seluruh bangsa merayakan tradisi pergantian tahun dengan cara dan kebiasaannya masing-masing. Bagi kita umat Kristiani NTT, tahun baru adalah hari spesial, saking spesialnya, umat Kristiani NTT kadang lebih meriah merayakan tahun baru dibanding Natal yang tanggalnya 1 (satu) minggu sebelum pergantian tahun baru. Tradisi pergantian tahun baru bagi umat Kristiani NTT sangatlah indah2. Tengah malam dan menjelang dini hari pergantian tahun, anggota keluarga lengkap mengadakan kebaktian, memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan atas karunia penyertaan Tuhan dalam satu tahun ke belakang dan mendoakan agar di tahun yang baru rahmat dan penyertaan Tuhan terus beserta kita. Setelah itu masing-masing anggota keluarga saling bermaafan satu dengan yang lain atas khilaf dan kesalahan yang telah dilakukan diiringi nasehat-nasehat bijak dari orang tua yang kembali menyegarkan kehidupan kita di tahun yang baru. Cukupkah disitu tradisi orang NTT? Oh ternyata tidak, siang harinya setelah mengadakan ibadah gereja, kita melakukan kunjungan ke rumah-rumah famili, khususnya ke rumah orang tua, Sahabat dan kenalan. Hal ini menandakan tahun baru adalah tempat yang mengeratkan tali silaturahmi dan kasih sayang diantara sesama keluarga besar.
Sebagai umat Kristiani, adalah baik jikalau kita melestarikan makna dan tradisi pergantian tahun baru ini, karena tradisi ini memuliakan Tuhan dan sejalan dengan ajaran-ajaran Tuhan yang tersebar dalam Kitab Suci. Dengan demikian adalah mulia jikalau kita mengajarkan kepada keturunan kita dikemudian hari untuk melakukan tradisi ini agar keturunan kita juga boleh merasakan sukacita tahun baru yang memuliakan Tuhan.
Di samping tradisi-tradisi yang baik tersebut di atas, harus kita akui, banyak juga umat Kristiani di NTT memanfaatkan pergantian tahun dengan tradisi yang tidak memuliakan Tuhan. Mereka berpesta pora, main kartu pakai duit/ berjudi dan mabuk-mabukan hingga pagi. Kontradiksinya lagi, tradisi buruk ini sering dilakukan setelah ibadah pergantian tahun. Apakah kita dapat mengabdi kepada Tuhan dan mamon pada saat yang sama? Tentu tidak, namun kenapa hal ini terus terjadi? Kebiasaan dosa yang telah mendarah daging dan tiada komitmen untuk meninggalkan dosa menjadi penyebabnya tradisi ini sulit untuk dihilangkan. Namun, jikalau ada komitemen sungguh, tiada yang mustahil bagi Tuhan untuk merubahnya.
Selamat Tahun Baru,Tuhan Memberkati.

Catatan kaki:
1.Berbagai agama dan kelompok masyarakat serta suku memiliki pendapatnya masing-masing mengenai tanggal tahun baru. Umat Islam memiliki penanggalan yang dimulai setiap tanggal 1 Muharam yang biasa disebut sebagai Tahun Baru Hijriyah. Masyarakat Tionghoa juga memiliki tahun baru tersendiri yaitu Tahun Baru Imlek, dan sebagainya.

2.Tradisi ini begitu melekat dalam jiwa orang Kristen NTT, sehingga kalau tradisi itu tidak dilakukan seperti ada hal yang terlewatkan dalam masa pergantian tahun.
Sumber: dari berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN seorang ibu untuk anaknya, bernama KENFUA' yang ingin menjadi GUBERNUR NTT

Anakku, saya dengar engkau mau calonkan diri menjadi Gubernur NTT? Benarkah? Kalau benar, maka dengarkan pesan mama: Saya berharap, agar engkau menyadari bahwa menjadi pemimipin itu tidak mudah. Tidak semua yang BERPENDIDIDKAN TINGGI  bisa menjadi pemimpin. Tidak semua yang BICARA HEBAT DI PANGGUNG bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang pandai MENGAMBIL HATI bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang PUNYA UANG bisa jadi pemimpin. Saya harap, engkau sadari ini semua, agar engkau bisa MENGUKUR DIRIMU. Jangan mau jadi pemimpin yang setelah dipilih, BINGUNG MAU  BUAT APA? HILANG AKAL dan nampak DANGKAL. Akhirnya engkau diperalat oleh mereka yang mendukungmu dengan uang saat kampanye. Engkau hanya akan jadi boneka dalam kepemimpinanmu. Ingat anakku sayang: Memimpin itu perlu jadi MANUSIA YANG SEIMBANG. Ia harus cerdas, bijaksana, punya komitmen, punya daya juang yang tulus, beriman, rela berkorban dan punya budaya  "RASA MALU" agar tidak mudah jatuh dalam hal-hal yang meng...

Tentang Sa Pu Juang Yang Engko Buang

Jangan bilang kalo Sa pu perasaan dingin ni akan tumbuh dan menetap, hingga te ada ruang sisa di Sa pu hati buat Engko datang kembali. Sa selalu punya sangka baik buat Engko, Sa te pernah sedikitpun meragukan semua Engko pu alasan, sampe semua Engko pu keputusan Sa selalu terima dengan tulus. Me akhir-akhir ini Sa pu perasaan ragu so mulai tumbuh jo menetap, sampe Sa selalu tanya-tanya pada Sa pu diri, kenapa ee sampe begini ni ka...? Jangan sampe selama ini Sa selalu salah ambil langkah ee...? atau sebaliknya. Atau mungkin karena Sa selalu beri Engko ruang kebebasan, sampe Engko buat ikut Engko pu mau tu ka. Sa bingung le Engko buat sa macam jo orang lain tu ka, Engko te ada rasa miliki Sa tu ka. Sa selalu berjuang dengan semua Sa pu kemampuan biar Engko bisa terima Sa, bisa buat Sa jadi Engko pu rumah paling nyaman, tapi Engko te pernah hargai semua yang Sa buat untuk Engko tu ka....  Jo benar eeee... akhirnya Sa tau apa artinya yang orang-orang biasa sebut bilang "Lelah jo Meny...

Pentingnya Politik Keterwakilan Di Lamaholot?

Abdul Munir Sara Kemarin ketika kami ke Kutai Kartanegara-Kaltim dalam suatu acara BM PAN; betapa kagetnya, dia punya APBD sekitar Rp.9 triliun pada tahun 2017, tapi kondisi infrastruktur mengenaskan. Secara regional, terjadi penyusutan angkatan kerja sekitar 61 ribu orang ditahun 2016 berdasarkan data BPS. Penyebabnya harga komoditas global yang menurun sejak 2016; menjadi faktor slow down harga batu bara sebagai komoditas unggulan Kaltim khususnya kabupaten Kukar. Saya sempat bicara dengan teman-teman DPRD II terkait perpolitikan disana. Betapa kagetnya. Untuk mengamankan suara saja, per orang paling rendah Rp.250.000. Bahkan wilayah perkotaan; kisarannya bisa sampe Rp.1 juta per suara. Belum agi wilayah yang susah di Jangkau, di kawasan perbatasan. Ini hampir berlaku masif atau semacam harga pasaran politik transaksional disana. Saya berharap, momok demokrasi macam ini tak terjadi di NTT. Jadi kita bayangkan, seperti apa rupa politik anggaran disana. Sudah bisa dipastikan...