RENUNGAN 1 Januari 2018
MAKNA
TAHUN BARU
|
“Jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.” (2 Korintus 5:17-18)
Tahun Baru memiliki makna penting bagi
kehidupan manusia, karena tahun baru berarti tahun yang menggantikan tahun
yang lama. Pemerintah, perusahaan, organisasi apa pun, maupun
pribadi-pribadi, di akhir tahun biasa melakukan evaluasi mengenai kebijakan
lama yang baik untuk diteruskan dan dikembangkan maupun mengenai kebijakan
lama yang keliru yang perlu diperbaiki dan dihilangkan. Yang jelas, tahun
baru memiliki makna pembaharuan dalam segala bidang agar kehidupan yang
dijalani di tahun yang baru lebih baik dari tahun lama yang baru
ditinggalkan.
Apakah kita pernah merenungkan, evaluasi dan pembaharuan apa saja yang hendak kita lakukan? Bukankah kita sering melakukan evaluasi dan pembaharuan strategi keuangan, efisiensi perusahaan, meningkatkan daya saing, dan mengejar laba yang lebih tinggi di tahun yang baru? Namun bagaimana dengan spiritualitas kita? Apakah kita juga melakukan evaluasi dan pembaharuan dalam kehidupan rohani kita diharapan Tuhan dan manusia? Banyak umat Kristen telah melakukan hal ini, tetapi banyak juga umat yang tidak melakukannya sehingga tanpa sadar ia begitu mudah terperosok ke dalam jerat dosa-dosa lama dan bahkan kepada dosa-dosa baru yang tanpa sadar dilakukannya sehingga kehidupan rohaninya kian merosot. Makna tahun baru juga harus dan bahkan lebih penting mencakup evaluasi yang lama dan pembaharuan menuju yang baru dalam hal spiritualitas/kerohanian setiap umat Kristen. Evaluasi dan pembaharuan perlu dilakukan dalam hubungan dengan aspek kwantitatip dan kwalitatip kehidupan iman dan pelayanan setiap individu Kristen.
Bagaimana kehadiran kita di gereja/persekutuan yang
menumbuhkan iman percaya kita? Apakah tahun yang lama mengalami peningkatan
di banding tahun sebelumnya? Ataukah ada kemunduran?
Banyak orang yang dahulunya rajin ke gereja sekarang kurang tekun bergereja, maka jika keadaannya begitu, bagaimana iman bisa bertumbuh dan berbuah? Di tahun yang baru ini kita memperoleh kesempatan untuk memperbaharui komitmen iman kita kepada Tuhan dengan meningkatkan kehadiran kita dalam persekutuan kristiani di gereja maupun acara-acara kristen lainnya.
Salah satu cara menumbuhkan iman adalah dengan
berdoa dan membaca Alkitab firman Allah. Bagaimana kebiasaan kita dalam
berdoa dan membaca firman Allah, apakah makin meningkat dari tahun ke tahun
ataukah makin merosot? Sering tidaknya kita berdoa (berkata kepada Tuhan)
maupun membaca Alkitab firman Allah (mendengarkan Tuhan berkata kepada kita)
merupakan indikator bagaimana kedekatan komunikasi umat dengan Tuhannya.
Tahun 2006 tercatat banyaknya perceraian di kalangan selebriti dan bahkan
dialami selebriti Kristen juga, dan biasanya ini terjadi karena merosotnya
komunikasi antara suami isteri dan suami/isteri berpaling mencari Pria idaman
lain (PIL) atau Wanita idaman lain (WIL). Yang jelas kecenderungan ini telah
menceraikan kehidupan keluarga-keluarga. Intensitas kita dalam berdoa dan
membaca firman Tuhan merupakan petunjuk bagaimana komunikasi kita dengan
Tuhan, apakah makin merosot atau makin erat, merosot menuju kepada perceraian
sedangkan makin erat makin mendekatkan kita dengan Tuhan Yesus Kristus. Tahun
2007 perlu dicanangkan untuk meningkatkan kehidupan berdoa dan membaca firman
Tuhan agar kehidupan iman kita bertumbuh.
Bagaimana dengan keaktivan kita dalam pelayanan gerejawi/kristiani? Apakah kita makin banyak melayani pelayanan gereja termasuk pemberitaan Injil ataukah kita makin merosot? Kita perlu mawas diri, bahwa selain kegiatan pribadi dalam hubungan dengan berdoa dan membaca firman Tuhan, dan persekutuan dengan saudara-saudari seiman, pelayanan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kwalitas iman kita, karena pelayanan akan makin mengasah dan menumbuhkan kehidupan spiritualitas kita. Salah satu bentuk pelayanan adalah dalam partisipasi keuangan, berapa banyak kita memberi untuk pekerjaan Tuhan? (misalnya dibandingkan yang kita gunakan untuk menambah kemegahan dan kenikmatan manusiawi)
Indikator lainnya adalah berapa waktu yang kita
telah berikan kepada Tuhan dibandingkan untuk kehidupan pribadi dan keluarga?
Kalau kita banyak meluangkan waktu untuk melayani anak-anak berrekreasi dan
pergi ke mal-mal, tahun 2007 harus kita isi dengan kegiatan meluangkan waktu
lebih banyak untuk kegiatan gerejawi dan pelayanan kristiani bersama
keluarga.
Namun, lebih dari itu semua, yang lebih perlu
dievaluasi adalah tingkat kwalitas iman kita, apakah kehidupan iman,
pembacaan Alkitab, kehadiran di gereja, dan ikut serta dalam pelayanan itu
sekedar meningkat secara kwantitatip ataukah kita sudah melihat kemajuan itu
secara kwalitatip juga?
Keimanan kristen harus terus ditumbuhkan secara
kwalitatip. Kalau dahulu kita kurang rela berkorban untuk melayani,
seharusnya tahun 2007 kita masuki dengan kerelaan untuk berkorban lebih
banyak untuk Tuhan.
Kehidupan iman dan moralitas beberapa umat Kristen
termasuk selebriti kristen tidak mencerminkan kehidupan Kristen yang baik,
apakah kita juga mengalami hal yang sama, demikian juga beberapa pejabat
beragama kristen menjadi tersangka kasus korupsi dan narkoba. Tahun 2007
merupakan kesempatan indah bagi kita untuk mengevaluasi kelemahan kita
ditahun 2006, melenyapkan perilaku dan praktek-praktek bisnis dan moralitas
yang mendukakan Tuhan, dan memasuki tahun 2007 dengan kehidupan yang baru.
Sering terjadi bahwa kesibukan pelayanan secara
kwantitatip membuat kita sibuk dan lupa untuk meningkatkan kwalitas kehidupan
dan pelayanan kita, sehingga banyak umat kristen mengalami kejenuhan hidup,
kerja dan melayani (burn out). Tahun 2007 harus menjadi kesempatan indah bagi
kita agar kita menjadi ciptaan baru di dalam Tuhan Yesus Kristus yang terus
menerus mengalami penciptaan kembali, dengan konsekwensi kita melenyapkan
yang lama yang tidak berguna agar yang baru terbit dan kehidupan di tahun
baru 2007 kita masuki dengan nafas yang baru sudah datang, maka yang lama
harus kita tinggalkan.
Lebih dari itu semua, kita harus sadar bahwa hidup
kita janganlah diusahan secara lahiriah dengan kekuatan diri kita, tetapi
hendaknya kita sadar bahwa kehidupan umat Kristen itu harus menempatkan semua
peristiwa sebagai sesuatu yang dikaruniakan dari Allah, Allah yang dengan
perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya. Semua ini
dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus untuk kita lakukan dalam kehidupan kita
dalam neneruskan pelayanan pendamaian itu.
Kiranya damai sejahtera Allah tetap dan selalu menyertai kita dimanapun kita berada dan kapanpun di tahun baru 2007 yang baru kita masuki ini. Amin!
“Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa
kabar baik.” (Roma 10:15b).
|


Komentar
Posting Komentar