Detik berlalu berganti menit, menit berlalu berganti jam, jam
berlalu berganti hari, hari berlalu berganti, minggu, minggu berlalu berganti
bulan, bulan berlalu berganti tahun. Begitulah waktu berlalu. Serasa cepat
berlalu bila waktu disayang-sayang, dilalui dengan indah. Sebaliknya, waktu
terasa melambat bila waktu ditunggu, atau dalam kondisi yang tidak diharapkan,
menunggu atau dalam derita rasa pikiran.
Ditunggu atau tidak ditunggu, siap tidak siap, rela tidak rela
waktu terus berlalu tanpa bisa dihentikan, selagi hayat dikandung badan. Terasa
tak terasa Desember, bulan diakhir tahun telah tiba, Januari, bulan diawal
tahun semakin dekat saja.
Bagi sebagian orang waktu, hari, bulan, minggu, bulan, tahun hal
yang biasa saja, tak ada bedanya, mengalir begitu saja. Sebaliknya bagi
sebagian yang lain detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun berikut
labelisasi dan moment-momentnya merupakan sesuatu yang penting bermakna khusus.
Makna tersebut diantaranya:
1.
Bagi Sektor Pemerintah dan Swasta
Akhir tahun berarti deadline berakhir atau
tutupnya program kegiatan berikut pertanggungjawabannya berupa laporan dan
keuangannya. Deadline, idealnya menjadi motivasi untuk selesaikan tugas dan
tanggungjawab yang ada, sehingga tidak ada lagi beban dan PR dikemudian waktu,
tahun berikutnya. Di sebagian sektor swasta akhir tahun merupakan hal yang
ditunggu karena adanya apa yang dikenal dengan pembagian SHU (sisa hasil
usaha). Anehnya, di pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publikpun
istilah SHU juga terkadang sayup-sayup terdengar. Tentu suatu hal yang
semestinya tak boleh ada, karena tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku. Bukan perusahaan, apalagi milik sendiri.
Awal tahun merupakan dimulainya pelaksanaan
program kegiatan yang baru lagi. Ibarat pesawat yang akan tinggal landas, tentu
penting disiapkan segala sesuatunya yang mendukung. Kesiapan perencanaan,
program, kegiatan, sampai dengan pelaporannya pada akhir pelaksanaan program
kegiatan tersebut. Untuk itu diperlukan kesiapan pelaksananya. Dalam hal ini
sumber daya aparatur yang ada, secara fisik dan mental sekaligus.
2.
Bagi Masyarakat Umum
Tradisi Acara Pergantian Tahun
Berakhirnya tahun berjalan, seiring masuknya tahun baru banyak
digunakan orang untuk berkumpul atau membuat acara khusus. Detik-detik
berlalunya dari jam 12 malam menuju jam 00.01 merupakan klimak acara, yang
ditandai dengan hiruk-pikuk terompet dan percon atau deru knalpot kendaraan dan
sebagainya. Kegiatan ini berdampak bagai dua sisi mata uang. Satu sisi dengan
geliat ekonomi yang sangat luar biasa besarnya bagi pelaku ekonomi. Disatu sisi
lain begitu besarnya cost yang keluar dalam rangkaian kegiatan sesaat tersebut.
3.
Bagi Diri Pribadi
Berganti atau bertambah tahun berarti bertambah usia. Bila
dikaji lebih cermat, bertambah tahun sesungguhnya berkurangnya jatah atau sisa
umur. Beberapa pertanyan mungkin muncul: bagaimana dengan umur yang tersisa?
Apa yang akan diperbuat disisa umur? Kesuksesan apa yang ingin
diraih? Berbagai pertanyaan lainnya yang sederhana ataupun lebih
komplek, sekomplek kehidupan ini. Namun sungguh, Sukses yang hakiki adalah
selamat dunia akherat. Aamiin.
Rentang 365 hari dalam setahun yang lalu, dengan berbagai corak,
warna warni, deru debu kompleksitas kehidupan di sektor pemerintahan atau
swasta, masyarakat umum, dan juga pribadi hendaknya menjadi bahan evaluasi dan
tonggak untuk jelang dan jalani masa-masa yang lebih baik lagi di tahun
berikutnya dengan lebih optimis dan semangat serta manajemen yang lebih baik
guna suksesnya pribadi dan negeri Indonesia yang gemah ripah loh jinawi adem
ayem tentrem, baldatun toyyibatun warobbun ghopur pun terlaksana. Semoga lebih
sukses, jayalah Indonesiaku. Aamiin.
Oleh: Achmad Faisal

Komentar
Posting Komentar