Langsung ke konten utama

2017 & 2018- Antara Kenangan Dan Harapan



Detik berlalu berganti menit, menit berlalu berganti jam, jam berlalu berganti hari, hari berlalu berganti, minggu, minggu berlalu berganti bulan, bulan berlalu berganti tahun. Begitulah waktu berlalu. Serasa cepat berlalu bila waktu disayang-sayang, dilalui dengan indah. Sebaliknya, waktu terasa melambat bila waktu ditunggu, atau dalam kondisi yang tidak diharapkan, menunggu atau dalam derita rasa pikiran.
Ditunggu atau tidak ditunggu, siap tidak siap, rela tidak rela waktu terus berlalu tanpa bisa dihentikan, selagi hayat dikandung badan. Terasa tak terasa Desember, bulan diakhir tahun telah tiba, Januari, bulan diawal tahun semakin dekat saja.
Bagi sebagian orang waktu, hari, bulan, minggu, bulan, tahun hal yang biasa saja, tak ada bedanya, mengalir begitu saja. Sebaliknya bagi sebagian yang lain detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun berikut labelisasi dan moment-momentnya merupakan sesuatu yang penting bermakna khusus. Makna tersebut diantaranya:
1.    Bagi Sektor Pemerintah dan Swasta
    Akhir tahun berarti deadline berakhir atau tutupnya program kegiatan berikut pertanggungjawabannya berupa laporan dan keuangannya. Deadline, idealnya menjadi motivasi untuk selesaikan tugas dan tanggungjawab yang ada, sehingga tidak ada lagi beban dan PR dikemudian waktu, tahun berikutnya. Di sebagian sektor swasta akhir tahun merupakan hal yang ditunggu karena adanya apa yang dikenal dengan pembagian SHU (sisa hasil usaha). Anehnya, di pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publikpun istilah SHU juga terkadang sayup-sayup terdengar. Tentu suatu hal yang semestinya tak boleh ada, karena tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Bukan perusahaan, apalagi milik sendiri.
    Awal tahun merupakan dimulainya pelaksanaan program kegiatan yang baru lagi. Ibarat pesawat yang akan tinggal landas, tentu penting disiapkan segala sesuatunya yang mendukung. Kesiapan perencanaan, program, kegiatan, sampai dengan pelaporannya pada akhir pelaksanaan program kegiatan tersebut. Untuk itu diperlukan kesiapan pelaksananya. Dalam hal ini sumber daya aparatur yang ada, secara fisik dan mental sekaligus.
2.   Bagi Masyarakat Umum
Tradisi Acara Pergantian Tahun
Berakhirnya tahun berjalan, seiring masuknya tahun baru banyak digunakan orang untuk berkumpul atau membuat acara khusus. Detik-detik berlalunya dari jam 12 malam menuju jam 00.01 merupakan klimak acara, yang ditandai dengan hiruk-pikuk terompet dan percon atau deru knalpot kendaraan dan sebagainya. Kegiatan ini berdampak bagai dua sisi mata uang. Satu sisi dengan geliat ekonomi yang sangat luar biasa besarnya bagi pelaku ekonomi. Disatu sisi lain begitu besarnya cost yang keluar dalam rangkaian kegiatan sesaat tersebut.
3.    Bagi Diri Pribadi
Berganti atau bertambah tahun berarti bertambah usia. Bila dikaji lebih cermat, bertambah tahun sesungguhnya berkurangnya jatah atau sisa umur. Beberapa pertanyan mungkin muncul: bagaimana dengan umur yang tersisa? Apa yang akan diperbuat disisa umur?  Kesuksesan apa yang ingin diraih?   Berbagai pertanyaan lainnya yang sederhana ataupun lebih komplek, sekomplek kehidupan ini. Namun sungguh, Sukses yang hakiki adalah selamat dunia akherat. Aamiin.
Rentang 365 hari dalam setahun yang lalu, dengan berbagai corak, warna warni, deru debu kompleksitas kehidupan di sektor pemerintahan atau swasta, masyarakat umum, dan juga pribadi hendaknya menjadi bahan evaluasi dan tonggak untuk jelang dan jalani masa-masa yang lebih baik lagi di tahun berikutnya dengan lebih optimis dan semangat serta manajemen yang lebih baik guna suksesnya pribadi dan negeri Indonesia yang gemah ripah loh jinawi adem ayem tentrem, baldatun toyyibatun warobbun ghopur pun terlaksana. Semoga lebih sukses, jayalah Indonesiaku. Aamiin.
Oleh: Achmad Faisal


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN seorang ibu untuk anaknya, bernama KENFUA' yang ingin menjadi GUBERNUR NTT

Anakku, saya dengar engkau mau calonkan diri menjadi Gubernur NTT? Benarkah? Kalau benar, maka dengarkan pesan mama: Saya berharap, agar engkau menyadari bahwa menjadi pemimipin itu tidak mudah. Tidak semua yang BERPENDIDIDKAN TINGGI  bisa menjadi pemimpin. Tidak semua yang BICARA HEBAT DI PANGGUNG bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang pandai MENGAMBIL HATI bisa jadi pemimpin. Tidak semua yang PUNYA UANG bisa jadi pemimpin. Saya harap, engkau sadari ini semua, agar engkau bisa MENGUKUR DIRIMU. Jangan mau jadi pemimpin yang setelah dipilih, BINGUNG MAU  BUAT APA? HILANG AKAL dan nampak DANGKAL. Akhirnya engkau diperalat oleh mereka yang mendukungmu dengan uang saat kampanye. Engkau hanya akan jadi boneka dalam kepemimpinanmu. Ingat anakku sayang: Memimpin itu perlu jadi MANUSIA YANG SEIMBANG. Ia harus cerdas, bijaksana, punya komitmen, punya daya juang yang tulus, beriman, rela berkorban dan punya budaya  "RASA MALU" agar tidak mudah jatuh dalam hal-hal yang meng...

Tentang Sa Pu Juang Yang Engko Buang

Jangan bilang kalo Sa pu perasaan dingin ni akan tumbuh dan menetap, hingga te ada ruang sisa di Sa pu hati buat Engko datang kembali. Sa selalu punya sangka baik buat Engko, Sa te pernah sedikitpun meragukan semua Engko pu alasan, sampe semua Engko pu keputusan Sa selalu terima dengan tulus. Me akhir-akhir ini Sa pu perasaan ragu so mulai tumbuh jo menetap, sampe Sa selalu tanya-tanya pada Sa pu diri, kenapa ee sampe begini ni ka...? Jangan sampe selama ini Sa selalu salah ambil langkah ee...? atau sebaliknya. Atau mungkin karena Sa selalu beri Engko ruang kebebasan, sampe Engko buat ikut Engko pu mau tu ka. Sa bingung le Engko buat sa macam jo orang lain tu ka, Engko te ada rasa miliki Sa tu ka. Sa selalu berjuang dengan semua Sa pu kemampuan biar Engko bisa terima Sa, bisa buat Sa jadi Engko pu rumah paling nyaman, tapi Engko te pernah hargai semua yang Sa buat untuk Engko tu ka....  Jo benar eeee... akhirnya Sa tau apa artinya yang orang-orang biasa sebut bilang "Lelah jo Meny...

Pentingnya Politik Keterwakilan Di Lamaholot?

Abdul Munir Sara Kemarin ketika kami ke Kutai Kartanegara-Kaltim dalam suatu acara BM PAN; betapa kagetnya, dia punya APBD sekitar Rp.9 triliun pada tahun 2017, tapi kondisi infrastruktur mengenaskan. Secara regional, terjadi penyusutan angkatan kerja sekitar 61 ribu orang ditahun 2016 berdasarkan data BPS. Penyebabnya harga komoditas global yang menurun sejak 2016; menjadi faktor slow down harga batu bara sebagai komoditas unggulan Kaltim khususnya kabupaten Kukar. Saya sempat bicara dengan teman-teman DPRD II terkait perpolitikan disana. Betapa kagetnya. Untuk mengamankan suara saja, per orang paling rendah Rp.250.000. Bahkan wilayah perkotaan; kisarannya bisa sampe Rp.1 juta per suara. Belum agi wilayah yang susah di Jangkau, di kawasan perbatasan. Ini hampir berlaku masif atau semacam harga pasaran politik transaksional disana. Saya berharap, momok demokrasi macam ini tak terjadi di NTT. Jadi kita bayangkan, seperti apa rupa politik anggaran disana. Sudah bisa dipastikan...