■ ANALISIS MODEL PEMBANGUNAN ENERGI INDONESIA YG SALAH KAPRAH ■
Setelah sekian lama Indonesia hidup cukup mewah, dimanja hasil tambang dari ladang minyak ( mayoritas sumbet dana APBN kita petnah diongkosi hadil ekspirt minyak bumi- pernah juga sbg anggota aktif & dan berpengaruh OPEC / Asosiasi negara2 penghasil dan pengekspir minyak bumi dunia). Kini Indonesia harus siap menanggung konsekuensi logis dari berkurang/ mengeringnya sumber minyam diladang minyak kita. Masalahnya cukup kompleks, bukan hanya masalah teknis namun juga menyangkut kemampuan memahami filosofi pengelolaan energi ( elementer).
Pemerintah dan wakil rakyat harus berani keluar dari FORMAT BAKU model manajemen pengelolaan energi. Tuntutan dan tantangan perubahan global mengharuskan kita menerapkan model adaptasi baru .
Paket produk hasil kerja Energi terbarukan kini dan dimasa datang sudan menjadi prasyarat mutu agar bisa layak pentas dipasar global. Tuntutan dan tantangan itu disatu sisi menjadi beban namun dari disisi lain itu nyatanya adalah peluang besar yg hafus segera dikapitalisasi secara jujur, adil dan tentu cerdas.
Secara fundamental, terdapat beberapa kelemahan dalam hal tingkat pemahaman energi dari para petinggi kita.
Berikut secara kronologis saya coba kemukakan.
Masalahnya :
1. Para saintis & pemerintah Indonesia masa lalu SALAH KAPRAH, sebab : Meletakkan BBM sebagai SUMBER ENERGI UTAMA. Resikonya itu akhirnya MEBUDAYA pada CARA kita MEMBUAT PROGRAM PEMBANGUNAN ( tampak rapih tapi sebebarnya RAPUH).
2. Harusnya ENERGI MATAHARI ( Negara Tropis) , ENERGI ANGIN dan GELOMBANG ( Negara Kelautan) menjadi SUMBER ENERGI UTAMA. Energi lain : BBM , GAS & BATU BARA sbg CADANGAN !
3. Model dan konsep berpikir salah yg sdh cukup lama dan membudaya itu MENYUMBANG PADA PEMBOROSAN & PENURUNAN DAYA SAING NASION DAN GLOBAL.
4. Harus melakukan reformasi total model dan modal bangunan konsep penataan energi yg lbh rasional : sesuaikan dgn daya topang lokal agar timbul sinergi antara stimulasi dana pembangunan ( hsl hutang) dgn daya topang sumber daya lokal, pada titik yg sdh ditengukan Indonesia bisa mamdiri. Kemandirian energi nasional akan bertumpu pada daya sumbang kongkrit potensi energi lokal.
5. Hindari model penyeragaman sumber energi di setiap daerah . Konsep penyeragaman sumber energi ke BBM adalah sikap dan cara tdk rasional , tdk kreatif serta tdk kompetitif bangsa .
6. Indonesia harus yakin bhw jika ada keserousan utk mengelola dan mampu MENABUNG ENERGI TERBARUKAN ( Matahari, gelombang & angin) , suatu saat INDONESIA akan jadi NEGARA PRODUSEN UTAMA ENERGI TERBARUKAN ( akan mu cul produk2 aki, battery dan panel lain yg terkait itu).
Negara Amerika & Eropa sfg berusaha keras MEMANEN ENERGI MATA HARI dgn cara melu curkan / membangun PANEL/ PERISAI di Angkasa ( Partikel2 sinar matahari utk warga bumi dengan CERDAS & CERDIK sedang di tambang/ panen dgn cara yg efektif ).
Bersambung ....!
Oleh : Max Umbu
Setelah sekian lama Indonesia hidup cukup mewah, dimanja hasil tambang dari ladang minyak ( mayoritas sumbet dana APBN kita petnah diongkosi hadil ekspirt minyak bumi- pernah juga sbg anggota aktif & dan berpengaruh OPEC / Asosiasi negara2 penghasil dan pengekspir minyak bumi dunia). Kini Indonesia harus siap menanggung konsekuensi logis dari berkurang/ mengeringnya sumber minyam diladang minyak kita. Masalahnya cukup kompleks, bukan hanya masalah teknis namun juga menyangkut kemampuan memahami filosofi pengelolaan energi ( elementer).
Pemerintah dan wakil rakyat harus berani keluar dari FORMAT BAKU model manajemen pengelolaan energi. Tuntutan dan tantangan perubahan global mengharuskan kita menerapkan model adaptasi baru .
Paket produk hasil kerja Energi terbarukan kini dan dimasa datang sudan menjadi prasyarat mutu agar bisa layak pentas dipasar global. Tuntutan dan tantangan itu disatu sisi menjadi beban namun dari disisi lain itu nyatanya adalah peluang besar yg hafus segera dikapitalisasi secara jujur, adil dan tentu cerdas.
Secara fundamental, terdapat beberapa kelemahan dalam hal tingkat pemahaman energi dari para petinggi kita.
Berikut secara kronologis saya coba kemukakan.
Masalahnya :
1. Para saintis & pemerintah Indonesia masa lalu SALAH KAPRAH, sebab : Meletakkan BBM sebagai SUMBER ENERGI UTAMA. Resikonya itu akhirnya MEBUDAYA pada CARA kita MEMBUAT PROGRAM PEMBANGUNAN ( tampak rapih tapi sebebarnya RAPUH).
2. Harusnya ENERGI MATAHARI ( Negara Tropis) , ENERGI ANGIN dan GELOMBANG ( Negara Kelautan) menjadi SUMBER ENERGI UTAMA. Energi lain : BBM , GAS & BATU BARA sbg CADANGAN !
3. Model dan konsep berpikir salah yg sdh cukup lama dan membudaya itu MENYUMBANG PADA PEMBOROSAN & PENURUNAN DAYA SAING NASION DAN GLOBAL.
4. Harus melakukan reformasi total model dan modal bangunan konsep penataan energi yg lbh rasional : sesuaikan dgn daya topang lokal agar timbul sinergi antara stimulasi dana pembangunan ( hsl hutang) dgn daya topang sumber daya lokal, pada titik yg sdh ditengukan Indonesia bisa mamdiri. Kemandirian energi nasional akan bertumpu pada daya sumbang kongkrit potensi energi lokal.
5. Hindari model penyeragaman sumber energi di setiap daerah . Konsep penyeragaman sumber energi ke BBM adalah sikap dan cara tdk rasional , tdk kreatif serta tdk kompetitif bangsa .
6. Indonesia harus yakin bhw jika ada keserousan utk mengelola dan mampu MENABUNG ENERGI TERBARUKAN ( Matahari, gelombang & angin) , suatu saat INDONESIA akan jadi NEGARA PRODUSEN UTAMA ENERGI TERBARUKAN ( akan mu cul produk2 aki, battery dan panel lain yg terkait itu).
Negara Amerika & Eropa sfg berusaha keras MEMANEN ENERGI MATA HARI dgn cara melu curkan / membangun PANEL/ PERISAI di Angkasa ( Partikel2 sinar matahari utk warga bumi dengan CERDAS & CERDIK sedang di tambang/ panen dgn cara yg efektif ).
Bersambung ....!

Komentar
Posting Komentar